Di sebuah toko buku 2 setengah tahun yang lalu...
Amira mengendap-ngendap tertunduk mengelilingi lorong-lorong lemari buku. Hanya tertarik mencari sebuah buku yang ia cari-cari dan ia inginkan sejak lama. Amira berencana untuk memberikan hadiah ke seorang teman sebuah buku berjudul “Pemuda yang Dirindukan Surga”. Dalam hati ia berdoa, semoga buku itu bermanfaat untuknya kelak, dan menjadi bagian dari “Pemuda yang Dirindukan Surga”. Sambil manyun, tersenyum, manyun lagi, kebiasaan yang memang selalu di lakukannya -memunculkan ekspresi wajah lucunya. Menjentik-jentikkan tangannya di tumpukan buku novel yang di lewatinya. Atau mencari-cari sosok Kak Rion- yang meminta Amira mengantarnya ke toko buku “kebetulan sekali” gumam Amira-. Kak Rion ngeloyor di bagian buku bisnis di pojok toko buku; sedang tertarik dengan bisnis atau usaha mandiri. Amira sebentar-sebentar melirik keluar jendela yang sedang hujan di sana. Kemudian matanya melirik talkshow yang di adakan di sana.